Selasa, 19 April 2011

Uang dan Ilmu

Uang memang menjadi sesuatu kebutuhan primer didunia ini, dengan uang jugalah manusia membeli semua macam materi yang diingini. Hampir semua manusia membutuhkan uang, dari orang miskin yang membutuhkan kedermawanan seorang untuk bisa makan, seorang kepala rumah tangga yang membutuhkan pekerjaan untuk mendapatkan uang sebagai bentuk nafkah untuk anak dan istrinya, sampai ke seorang konglomerat sekalipun yang masi membutuhkan uang untuk menambah pundi-pundi harta yang telah ia punya.



Sedangkan ilmu, (sebagaimana jaman rasul ilmu primer adalah agama, karna rasulpun tidak pernah belajar sains ataupun ilmu geografi, akuntansi, dll) bisa mengajarkan kita cara mencari riski dan bersyukur apa adanya, mengajarkan kita mencari nafkah secara halal, membimbing kita agar adil terhadap harta yang kita miliki dengan cara berzakat dan bersodaqoh sesuai kemampuan masing-masing



Dengan uang manusia bisa membeli baju mewah, tapi tidak bisa membeli akhlak mulia. dengan uang manusia bisa mendirikan tempat ibadah tapi tidak bisa membeli pahala. dengan uang manusia bisa membeli alquran tapi tidak bisa membeli syurga yang kekal.



Tapi dengan ilmu??? Kebalikannya



Manusia berakhlak mulia belum tentu mengingikan baju mewah dan megah, cukup dengan sesuatu yang sederhana. Manusia berilmu bisa mendapat pahala dari ilmu yang ia amalkan dan ia ajarkan meskipun blum tentu bisa membangun rumah ibadah. Dengan mempelajari alquran manusia tau kemana arah hidup yang akan ia tuju sehingga ia mendapat tuntunan dari allah azzawajalla untuk berjalan menuju surga.



Manusia harus menjaga harta mereka agar tidak berkurang akan tetapi sebaliknya ilmu menjaga manusia agar selalu berada dalam jalan yang benar.



harusnya manusia tidak perlu bingung memikirkan harta yang mereka punya selama mereka masi berilmu, mereka hanya perlu berusaha dan mensyukuri apa yang ada pada dirinya sekarang. kadang harta yang berlebih membuat manusia semakin tamak, ingin menguasai aliran harta didunia, melupakan ibadah yang seharusnya mereka lakukan karena sibuk akan dunia kerja mereka. akan tetapi beda dengan ilmu, semakin manusia mempunyai banyak ilmu maka manusia itu semakin tunduk dan patuh akan aturan allah azza wajalla.mereka menyadari rejeki itu datangnya dari allah dan hilangpun atas kehendak allah. :)
 
;